Ngebet Nikah? Yuk Pahami Rahasia Pasangan Idaman


ngajikuy.id  |  Salah satu topik yang sangat digemari adalah tentang nikah. Apalagi kita nih, yang baru – baru hijrah dan memiliki cita- cita untuk berada dalam hubungan yang direstui oleh Allah, tentu saja harus memiliki ilmu yang berkaitan dengan bab nikah, agar terciptanya satu hubungan yang sesuai dengan anjuran – anjuran Nabi Muhammad saw sehingga kita memiliki keluarga yang sakinah – mawaddah – warahmah serta diridhai oleh Tuhan sang pemilik cinta.

Salah satu langkah awal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan pasangan yang benar – benar menjadi sumber kebahagiaan adalah menerapkan anjuran – anjuran ulama dalam memilih bekal jodoh dan pasangan untuk kita. Tentu saja memiliki sifat memilah dan memilih pasangan bukanlah hal yang buruk kok dalam agama. Bahkan banyak terdapat dalam kitab – kitab yang telah mereka tulis dengan tinta emas nya beberapa tips agar terciptanya keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Jadi kita jangan sampai pesimis dengan ucapan orang – orang yang beranggapan bahwa memilih – milih pasangan adalah hal yang tidak baik. Apalagi pernikahan bagi sebahagian orang adalah sekali seumur hidup. 

Harus dong punya pasangan yang ideal untuk nya !

Nah ! salah satu yang diperhatikan dalam agama adalah kafa’ah (sekufu) antara pasangan suami dan istri. atau kafaah sering kita namakan bobot  bebet dan bibit. Pentingnya laki – laki memilih seorang wanita yang sekufu dengannya, baik secara keturunan, martabat dan kekayaan. Jangan sampai terjadinya kesenjangan antara kita dengan istri ataupun keluarganya setelah menikah.

Bukan hanya kafaah saja yang menjadi tolak ukur agar terciptanya hubungan yang samawa, lebih spesifiknya  as-Sayyid Abu Bakar atau yang lebih masyhur dipanggil as-Sayyid Bakri bin as-Sayyid Muhammad Syattha di dalam kitab I'anah al-Thalibin menjelaskan :

قال بعضهم ينبغى أن تكون المرأة دون الرجل بأربع والا استحقرته بالسن و الطول والمال والحسب وان تكون فوقه بأربع بالجمال والادب والخلق والورع

Sebagian ulama berkata : sepantasnyala perempuan di bawah laki – laki pada empat hal, dan jika tidak seperti itu maka perempuan akan meremehkannya, yaitu umur, tinggi badan, harta dan kedudukan. Dan wanita di atasnya pada hal, yaitu kecantikan, adab, akhlak, dan war’a.

Nah ! di atas merupakan solusi dari ulama yang perlu kita Jadikan acuan sebelum serius dengan orang yang kita nikahi. 

Yang pertama yaitu seorang pria harus memiiki empat kelebihan dibandingkan wanita :

1. Pria harus lebih tua
2. Pria harus lebih tinggi 
3. Pria harus lebih kaya
4. Pria harus lebih memiliki kedudukan

Tentu saja ini berdasarkan pengalaman mereka dengan kebanyakan orang, banyak wanita yang merasa lebih hebat kalau sampai prianya berada di bawahnya pada empat hal tersebut. Sehingga tidak sedikit kita temukan terjadinya perceraian karena hal ini. Misalnya ketika istri lebih kaya di banding suaminya, maka suami akan merasa rendah di hadapan istrinya dan tidak berani mengatur – ngatur istrinya. Kejemuan seperti inilah yang biasanya penyebab terjadinya konflik dalam rumah tangga. 

Selanjutnya yang perlu kita perhatikan adalah bahwa wanita harus memiliki empat kelebihan dibandingkan pria :

1.Wanita harus lebih cantik
2.Wanita harus lebih memiliki adab
3.Wanita harus lebih memiliki akhlak
4.Wanita harus lebih war’a

Kenapa kita harus mendahulukan wanita pada ke empat hal di atas? Jelaslah, laki – laki yang kesehariannya mencari nafakah untuk kebutuhan istrinya, tentu saja butuh melihat sesuatu yang membuat hatinya bahagia saat pulang ke rumah. Nah kalau istri nya adalah orang yang memiliki akhlak dan etika yang baik ketika mengurusnya di rumah, maka hati suami akan berbunga – bunga dan bahagia. Kemudian yang lebih memiliki war’a akan lebih menyaring rezeki yang datang dari suaminya. Dia akan senantiasa menasihati suaminya untuk mencari rezeki yang halal dan menjauhi pekerjaan yang dilarang oleh Allah. Sehingga sangat wajar  dikatakan “ rumahku adalah syurgaku”.

Apa yang dikatakan oleh as-Sayyid Abu Bakar adalah sesuai dengan pengalaman yang telah dialami oleh orang – orang terdahulu, dan hari ini juga masih terbukti. Sangat banyak pasangan kalau menerapkannya dalam pernikahan, maka pernikahan tersebut akan SAMAWA. Namun bukan berarti kalau tidak seperti di atas akan pasti berakhir kandas di tengah jalan, tentu saja itu kembali kepada bagaimana kita membangun rumah tangga. Kalau kita membangunnya dalam pondasi saling mencintai karena nafsu, maka kehancuran telah dipastikan. Dan kalau kita membangunnya atas dasar saling mencintai karena Allah, maka kebahagian di dunia dan akhirat adalah tiket yang telah kita pegang semenjak dini. 

Oleh: Huzaifi Muslim


Posting Komentar

2 Komentar