Tak Sekadar Pesta Daging



Allahuakbar. Laa ilaaha illallah. 

Segala puji-pujian bagi Allah. Yang mengutus para nabi-nabi Nya untuk dijadikan uswah dan qudwah. Keluarga Ibrahim Alaihi salam merupakan potret keluarga terbaik selamanya. Sampai hari ini setelah 4000 tahun. Setelah dunia semakin tua, raja-raja dunia busuk di pusara. Peradaban bangsa-bangsa nelangsa hanya tinggal di kenang saja. Tapi cerita Allah siapa yang kuasa menghapusnya. 

Salam Alaika Ya Ayyhunnabi.. 

Cinta Ibrahim Alaihi salam kepada Allah meruntuhkan naluri ke ayahnya, menyembelih egoisitas diri. Dia titip keluarga yang dicintai kepada Allah sebagai bentuk keimanan, baginya Allah adalah orientasi. Orientasi Rabbani. 

Inna shalati wa nusuki wa mahyaaya wa mamati lillahi rabbil-'alamin. 

Ummana Siti Hajar RA mondar-mandir di antara bukit Shafa dan Marwah, yang kemudian dikenal dengan Sa'i. Tak ada protes ketidak adilan, kenapa dia ditinggal di tengah Padang, tapi yang ada seorang Ibu tak akan pernah kuasa melihat bayi yang lucu kehausan. Hajjar adalah teladan tarbiyah sehingga Isma'il menjadi tumbuh dengan nafsiyah yang menggugah. 

Perintah qurban Allah perintah kan ketika Isma'il Alaihi salam remaja. Ketaatannya diabadikan oleh Allah di dalam Alquran. 
“Wahai Ayahku, kerjakan lah apa yang di perintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (Ash-Shaffaat:102).

Idul Adha adalah pertarungan seorang hamba antara keimanan hatinya dengan penglihatan matanya. Menyembelih adalah Kematian, Kesakitan, Pengorbanan. Tapi semua itu di kalahkan oleh Keimanan. Semua yang  dicontohkan Nabi Ibrahim, Nabi Isma'il dan Ibunda Hajar tolak ukurannya bukan pada nominal apalagi penghasilan, bukan tentang dirinya sendiri dan bukan tentang cara menguntungkan pribadi. Sehingga keberhasilan mereka harus kita rayakan. 

Idul Adha bukan sekedar pesta daging. Lebih dari itu dia adalah refleksi keteladanan dan icon menuju keimanan. Bukan sekedar pesta daging, lebih dari itu dia adalah ajang mendekatkan diri dengan berbagi.

Syaikh Ali Ath Thantawi berkata, “Celakalah kita wahai manusia. Sudah datang pada kita ribuan Nabi dan orang-orang shalih. Sudah diturunkan untuk kita ribuan ayat dan peringatan. Tapi kita masih saja menahan diri dari pusarannya, malah melulu menga
ngguk pada syahwatnya.”

Penulis : Muhammad Rizky
 ( __rr.ar )


Posting Komentar

0 Komentar