Orang yang Tertipu


 *Oleh: Jazuli Abubakar*

Setiap waktu, setiap masa, dan di mana saja tempat Al-Qura’n selalu menyeru manusia dengan kalimat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلْكَرِيم

Artinya: Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.  (Al-Infithar:6)

Apa yang menyebabkan kita durhaka padaNya padahal Allah tidak pernah menyiksa dan menghukum  segala dosa yang kita kerjakan di dunia. setiap hari Tuhan menyeru kita umat manusia dengan ayat di atas. Allah yang begitu pemurah dengan kita selalu memperingatkan agar tidak mudah tertipu dengan segala hal yang menjerumuskan ke dalam neraka.

Lalu dengan apakah manusia tertipu, padahal sejatinya manusia adalah makhluk yang begitu sempurna ciptaannya, dengan diberikan akal yang berguna untuk menghilangkan kebodohannya.

1. Dunia 

Esensi dunia sejatinya adalah tempat dimana manusia menjalani kehidupan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal agar kehidupan akhiratnya menjadi indah. Namun tidak sedikit manusia yang salah dalam memaknai kehidupan di dunia, mereka lebih cenderung kepada kehidupan yang  hanya sebatas pelampiasan keinginan dan materialistik, serta mengesampingkan perintah Allah hingga kematian menjemputnya.


فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Artinya: maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. (Luqman:33)

ayat ini memberi penekanan kepada manusia agar tidak lalai dan tertipu dengan dunia dengan menukar kehidupan akhirat yang abadi dengan dunia yang hanya sementara, juga jangan sampai lupa  dengan adanya balasan baik dan azab yang pedih dari Allah Swt.

2. Pemahaman yang salah

Dalam hidup taraf antara manusia yang hebat dan tidak terletak pada seberapa banyak dia menguasai ilmu dan seberapa benar dalam memahaminya. Apa jadinya tatanan dunia jika manusia tidak lagi mengetahui mana yang benar dan yang mana yang salah, yang berakibat hukum di dunia akan berubah menjadi hukum rimba.

Maka dalam hal ini Islam turun tangan dan berkontribusi besar dalam stabilnya roda kehidupan manusia. Namun terkadang manusia malah menyalahkangunakan agama untuk kepentingan mereka, mereka halalkan apa yang diharamkan Allah, dan mereka kerjakan apa yang dilarangNya.

وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Artinya: Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. (Ali Imran:24)

3. Angan-angan

Semakin tinggi khayalan manusia semakin lupa akan kematian, begitulah adanya. Ketika kita selalu berangan-angan dalam kehidupan di dunia seperti ingin jadi kaya, berharap terkenal, berharap banyak yang memuji kita dan lain sebagainya, maka itu semua hanya akan menjadi bumerang yang tanpa kita sadari akan berbalik menyerang kita. Siapa yang menyerang? Kematian lah yang akan merusak semua khayalan kita tadi.

وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Artinya: dan kamu telah ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. (Al Hadid:14)

Allah telah mengatakan bahwa syaitan akan selalu berusaha menipu dan menyesatkan kita semua dari jalur apa saja. Salah satu jalurnya adalah dia sibukkan kita dengan hayalan dan angan-angan hingga kita lupa menyiapkan bekal menuju akhirat. 

Padahal Imam Ghazali telah menjelaskan tentang tempo waktu manusia di dunia hanya 3 hari

-Kemarin, dimana kita tidak bisa lagi kembali ke waktu itu baik memperbaiki kesalahan ataupun menambah kebaikan.

-Hari ini, dimana kita sedang melakukan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan kita kelak.

-Dan esok hari, yang belum pasti kita akan mendapatkannya, bisa saja kematian lebih dulu bertamu kerumah ketimbang esok hari

Maka dari itu ketahuilah benar-benar segala tipuan yang akan menyesatkan kita di dunia. Sebagaimana yang telah Saidina Ali katakana: “Aku telah mengenal hakikat dunia” (segala tipuan dan kelalaian yang hanya bisa dinikmati sementara namun menderita selamanya) lalu kukatakan pada dunia “wahai dunia silahkan engkau tipu manusia tapi jangan coba-coba engkau tipu diriku.” Dunia tidak akan mampu menipu mereka yang telah mengenalnya. 

Ibarat kata bangkai meskipun telah disemprot dengan parfum mahal, telah dicover dengan sampul mewah, dan telah dihidangkan dimeja yang indah dia tetaplah bangkai yang pasti akan merasa jijik dan dijauhi oleh mereka yang telah mengetahuinya.

Bagaimana tidak bisa dikatan dunia sebagai negeri tipu daya padahal syaitan sungguh telah mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, menyamarkan orang baik dengan orang jahat, dan telah memperbudak  seluruh anak manusia. Tidak ada yang akan terselamatkan dari jajahan dunia kecuali mereka yang telah dijaga oleh Allah swt.

Lalu siapa yang akan ditipu oleh dunia. Apakah hanya orang bodoh, atau hanya orang miskin?

Imam Ghazali telah menjelaskan siapa saja yang akan di jajah oleh dunia

1. Orang Kafir

Target utama dan yang paling banyak merasakan penjajahan dunia adalah orang kafir, karena mereka selalu patuh dan tunduk dengan apa saja yang diperlihatkan dunia, sebab tidak ada benteng iman yang melindungi mereka.

2. Orang Islam yang Bermaksiat

Meskipun mereka beriman kepada Allah namun hati mereka telah terkontaminasi oleh gemerlap dan keindahan dunia yang semu. Tidak nampak pada penglihatan mereka dunia yang berbentuk bangkai dan tidak tercium oleh hidung mereka bau busuknya.

3. Orang Kaya Sombong

Dunia sangat senang pada mereka karena dengan merekalah fasilitas yang disediakan dunia terealisasi. Maka dari itu berbahagialah kalian orang kaya yang tidak tergoda olehnya.

4. Ulama

Jangan berpikir ulama tidak termasuk dalam jajahan dunia. Merekalah yang paling diincar olehnya, mengapa demikian? Karena jika dunia mampu merekrut ulama ke dalam barisannya sudah pasti dia akan dapat follower ulama tersebut juga. Lalu ulama yang bagaimana yang dia tipu?

Yaitu para ulama yang menjadikan ilmunya sebagai ladang dan jalan untuk menghalalkan segala cara. Merekalah yang akan kena tipuan dan jajahan dari dunia.

Semoga Allah Swt menjaga kita semua dari keburukan dunia dan dan keburukan segala tentaranya Amiin

Dinukil dari mukaddimah kitab Ashnaful maghrurin karya Hujjatul Islam Imam Ghazali


Posting Komentar

0 Komentar