Kebahagian yang Tidak Mampu Kita Lihat


    *Oleh: MH*

    Setiap manusia pasti mencari kehidupan yang bahagia dan serba berkecukupan. Hanya saja kadang kita tidak bisa menemukannya, padahal kebahagian tersebut sangat dekat dengan lingkungan kita. Akibat dari pencarian yang hanya terhenti oleh kematian adalah mensia-siakan kebahagian yang  telah dimilikinya bahkan tidak sempat menikmatinya. 

Begitulah acap kali tingkah laku manusia dalam menghabiskan umur. Sering kali manusia mencari kebahagian yang bersifat sementara, seperti harta dan jabatan yang menurutnya akan membuatnya bahagia, padahal sebenarnya tidak demikian. Harta dan jabatan tersebut bisa jadi membuatnya lebih jauh dari arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Mereka melupakan satu hal yang peling penting, yaitu kebahagiaan yang hakiki adalah ketika Allah menerima kita dan  mudahnya langkah dalam berjalan pada setapak yang diarahkan oleh Rasulullah saw.

Alkisah ada satu cerita yang sangat popular, yaitu tentang pemilik kebun kacang. 

Dikisahkan bahwa ada seorang petani kacang yang sangat giat mengelola lahanya dan terbilang sukses. Sampai pada satu hari, tersiar kabar bahwa ada beberapa kafilah pedagang yang siap membeli permata atau intan dengan harga yang sangat mahal dan bisa membuat siapapun kaya dalam sekejap. Maka ketika mendengar kabar tersebut, petani ini memutuskan untuk menjual ladangnya dan melakukan perjalan untuk mencari intan.

Tanpa terasa, waktu telah berlalu sampai tiga belas tahun dan tidak belum menemukan pertama tersebut. Hingga akhirnya usia yang telah lanjut memakan mimpinya. Dalam kondisi yang sangat memprihatikan, yang bisa dilakukannya sehari-hari untuk mengganjal perutnya hanyalah mencari ikan di lautan.

Baca Juga: Lupa Mencintai Diri Sendiri

Namun ternyata berbeda dengan nasib pemilik baru dari ladang yang telah dijualnya. Suatu ketika, saat menggali dia menemukan sebongkah batu besar yang sangat keras. Dan ternyata batu tersebut adalah intan dan permata yang dicari-cari oleh pemilik yang pertama.  Dan pemilik baru tersebut terus menggali dan menggali hingga dia mengumpulkan intan dan pertama yang sangat banyak. Hay Masyaallah, ternyata permata yang selama ini dicari-cari olehnya terdapat diladang yang telah dijualnya.

Maka dari kisah tersebut dapat kita petik beberapa hikmah 

1. Kebahagian yang sebenarnya adalah ketika kita mampu bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita.

2. Sumber kebahagian berada sangat dekat dengan kita, seperti membuat orang yang kita cintai bahagia, apakah itu orang tua, guru, saudara, dan teman-teman yang selalu mendukung kita menuju kebaikan.

3. Jangan pernah berpaling dan mencari kebahagian baru yang tidak tentu kita temukan.


Sahabat ngajikuy, temukanlah kebahagian kalian sendiri, dan jangan pernah lupa untuk bersyukur kepada Allah.

Posting Komentar

0 Komentar