Percikan Darah Utsman bin 'Affan dalam Lembaran Mushaf Al-Qur'an

NGAJIKUY.ID | Ketika itu, terjadi sebuah fitnah dan pembunuhan pertama di zaman Khalifah Utsman bin'Affan. Salah satu tokoh penyebar fitnah yang menyebabkan Utsman bin'Affan terbunuh adalah Abdullah bin Saba'. Ia menghasut para penduduk Mesir dengan fitnahnya guna membuat Khalifah Utsman bin'Affan celaka.


Beberapa segerombolan masyarakat Mesir sudah datang ke rumah Utsman bin'Affan dan mengepung beliau di sekelilingnya rumahnya. Hasan dan Husain yang saat itu berusaha melindungi beliau pun tidak mampu melawan, mereka terjatuh akibat dorongan keras dari beberapa orang masyarakat yang mencegah mereka untuk melindungi Khalifah Utsman bin 'Affan.


Suara riuh orang-orang yang mengepung di luar terdengar jelas ke dalam rumah beliau, berbagai macam kata yang mereka lontarkan terhadap beliau akibat dari tindakan fitnah si Ibnu Saba'. Utsman bin 'Affan berusaha menjelaskan dari dalam rumah dengan suara yang sedikit lantang, namun orang-orang di luar tetap tidak peduli. Beliau mulai gelisah dan memohon perlindungan pada Allah. Salah satu kebiasaan beliau saat gelisah adalah membaca al-Qur'an. Khalifah Utsman bin 'Affan masuk ke kamarnya membaca al-Qur'an.


Segerombolan orang-orang di luar sudah tidak tahan, mereka langsung masuk menerobos celah ruang dari mana saja. Terdapat satu orang yang pertama kali memasuki rumah dan langsung mencelakai beliau. Orang itu mencekik leher Khalifah Utsman sehingga membuat beliau jatuh pingsan dan tertidur lemas beberapa saat sebelum sadar. Sedikit gerakan mulai terlihat dari Khalifah Utsman bin 'Affan, sejurus kemudian seorang dari mereka langsung menusukkan pedang ke arah dada beliau dan memotong tangan beliau, bahkan beberapa riwayat menyebutkan bahwa tusukan terhadap beliau juga ada yang dari atas kepala yang langsung menebus ke dalam.


Darah segar yang mengalir dari tubuh beliau yang beriman mulai bercucuran, beberapa percikan darah itu mengenai lembaran Mushaf al-Qur'an pribadi miliknya. Percikan itu mengenai lembaran surat al-Baqarah juz pertama ayat 137, tetesan itu terdapat pada potongan ayat فَسَيَكْفِيْكَهُمُ الله hal ini juga terdapat dalam penjelasan tafsir al-Kutub.


Sampai detik ini, tetesan itu masih membekas rapi di lembaran Mushaf al-Qur'an milik Khalifah Utsman bin 'Affan, Mushaf itu merupakan Mushaf kuno yang sudah 1400 tahun lamanya yakni di zaman Khalifah ketiga Ustman bin 'Affan dalam Khulafaur Rasyidin. Mushaf itu ditulis di atas kulit, terdapat beberapa perpustakaan dan museum yang masih menyimpan Mushaf itu dengan rapi seperti museum di Uzbekistan dan perpustakaan yang ada di Mesir. Sedangkan di Indonesia dan beberapa negara lainnya, Mushaf itu tersimpan dengan hasil copy-an. Meski hasilnya copy, tetesan darah segar beliau yang membekas masih terlihat sangat jelas.


Utsman bin 'Affan رضي الله عنه


Seorang Khalifah yang mendapat julukan dari Rasulullah, Dzun Nurrain; pemilik dua cahaya.


Detik kematiannya sungguh sadis, namun ruh yang ada dalam dirinya disambut baik oleh Allah dan penduduk langit, bahkan Baginda Rasulullah pun saat itu menunggu beliau untuk berbuka puasa bersama di dalam surga. Dalam beberapa riwayat, hal ini tersampaikan melalui mimpi Khalifah Utsman bin 'Affan saat beliau tertidur di sela-sela membaca al-Qur'an sebelum datangnya kejadian sadis yang menimpanya.


Khalifah Utsman bin 'Affan saat itu bermimpi bertemu dengan Sayyidina Ali dan Abu Bakar yang mana dalam mimpi beliau, Sayyidina Ali dan Abu Bakar berkata: “Wahai sahabat mulia, kamu jangan dulu berbuka. Nanti bukanya di surga bersama Baginda Rasulullah sallalLahu 'alaihi wa sallam.”


Oleh: Dinda Sahara

(Mahasiswi Universitas Islam negeri Sumatra Utara dan Staf pengajar di LTQPBA Miftahussalam Medan)

Posting Komentar

0 Komentar