Dermaga Cinta Pendosa

 

*  Oleh:__rr.ar *

Wahai Rasulullah.


Wahai penguasa segala hati. Pelabuhan dari segala kebaikan. Muara dari segala kerinduan. Rumah dari segala ketakutan. Kami adalah penguasa segala dengki. Pelabuhan dari kesalahan. Muara dari segala keabaian. Rumah dari segala kebangkangan. 


Kami ingin benar-benar lelap dalam imaji. Menyusun puzzle teduh dan teguh dengan rapi. Melupakan pelik dalam kelam hidup di zaman yang jauh harap untuk kau peluk.


Apakah kami masih engkau anggap Umat...?


Setelah berjuta lupa, berjuta alpa, berjuta alasan, berjuta anggap ringan. Dengan apa yang kau bawa, dengan apa kau beri. Dengan apa yang selalu kami minta. Dengan apa yang selalu kami jauhi. 


Apakah kami masih engkau anggap Umat...?


Duhai Nabi.


Apakah kami kuasa menjadi kekasihmu dalam perjalananmu. Kekasih yang rajin renung demi engkau sang Relung. Menjadikan malam berteman degan shalawat as syifa' demi lindungan syafa'. Malam yang hanya ada kami dan kau di sanubari.


Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad.


Kami baca, kami imani. Berulang kali. Sebagai penebus dari kekecewaan. Sedemikian rupa walaupun jauh dari kata sempurna. Setidaknya kami umat yang engkau ridha. 


Posting Komentar

0 Komentar