Dinamika Kehidupan Imam Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib, Hingga Wafat karena Racun

 

NGAJIKUY.ID | Imam Hasan as. dikenal sebagai orang yang saleh. Dia selalu bersujud khusyuk dalam shalat. Ketika berwudhu, tubuhnya gemetar dan di saat shalat, pipinya basah oleh air mata, sedang wajahnya pucat karena takut kepada Allah Swt. 


Nama :  Hasan Bin Ali Bin Abi Thalib

Gelar : 

1. al-Mujtaba 

2. Abu Muhammad 

3. At-Taqiy 

4. At-Thayyib

5. Al-Sabth (cucu)

6. Sayyid.

Ayah : Ali bin Abi Thalib

Ibu : Fatimah az-Zahra 

Tempat/Tgl lahir: Madinah, Selasa 15 Ramadhan 2 H. 

Wafat : Kamis, 7 Shafar Tahun 49 H. 

Umur : 47 Tahun 

Sebab Kematian: Diracun Istrinya, Ja'dah binti As-Ath

Makam: Baqi' Madinah

Jumlah Anak: 15 orang; 8 laki-laki dan 7 perempuan 

Anak Laki-laki: Zaid, Hasan, Umar, Qosim, Abdullah, Abdurrahman, Husein, Thalhah 

Anak Perempuan: Ummu al-Hasan, Ummu al- Husein, Fatimah, Ummu Abdullah, Fatimah, Ummu Salamah, Ruqoiyah


Dalam kasih sayangnya, beliau dikenal sebagai orang yang tidak segan untuk melayani para pengemis dan gelandangan yang bertanya persoalan agama. Rasulullah Saw sangat mencintai cucunya Hasan sehingga dalam satu waktu beliau berdo’a:

اللهم إني أحبه فأحبه

“Ya Allah, sesungguhnya aku sangat mencintainya (Hasan), maka cintailah dia”.


Setelah Rasulullah saw. wafat, hampir tiga puluh tahun beliau bernaung di bawah didikan ayah-nya, Ali bin Abi Thalib. Ketika Ali bin Abi Thalib syahid, Imam Hasan as mulai menjabat keimamahan sebagai khalifah Islam yang kelima.


Selama kepemimpinannya, beliau dihadapkan kepada kelompok yang sangat memusuhinya dan memusuhi ayahnya, yaitu Muawiyah bin Abi Sufyan. Mereka sangat berambisi pada kekuasaan dan selalu merongrong dan menyerang Imam Hasan as dengan kekuatan pasukannya. Sementara dengan kelicikannya dia menjanjikan hadiah menarik bagi jenderal dan pengikut Imam Hasan yang mau menjadi pengikutnya. 


Karena kelicikan Muawiyah, banyak pengkhianatan yang dilakukan pengikut Imam Hasan as. Pada akhirnya Imam Hasan as pun menerima tawaran Muawiyah. Perdamaian bersyarat itu di- maksudkan agar tidak terjadi pertumpahan darah yang lebih banyak dari kalangan Muslimin. Namun Muawiyah mengingkari seluruh perjanjian itu. 


Kejahatannya kian merajalela, terutama kepada keluarga Rasul Saw dan orang yang mencintai mereka. Siapapun yang mencintai keluarga Nabi Muhammad Saw akan diintimidasi dengan kekerasan dan perlakuan yang tidak senonoh.


Pada tahun 50 Hijriah, beliau dikhianati oleh isterinya, Ja'dah binti Ash'ad yang menaruh racun ke dalam minuman Imam Hasan as. Menurut sejarah, Muawiyah adalah dalang di balik konspirasi pembunuhan putra tercinta Rasulullah saw ini. Akhirnya, pribadi mulia yang dịcintai Rasulullah Saw itu berpulang ke rahmatullah sebagai syahid. Upacara pemakamannya dihadiri oleh Imam Husein as dan keluarga Bani Hasyim. 


Saat prosesi pemakaman, ada pihak-pihak yang tidak setuju bila Imam Hasan as dikuburkan di sisi makam Rasulullah saw. Ketidaksetujuan itu dibuktikan dengan hujanan anak panah ke keranda jenazah suci Imam Hasan as. Setelah kesekian kalinya keluarga Rasul saw dianiaya, maka mereka harus kembali bersabar. Mereka kemudian mengalihkan pemakaman Imam Hasan as ke Jannatul Baqi' di kota Madinah.


Namun celakanya! Pada tanggal 8 Syawal 1344 H (21 April 1926), pekuburan Baqi' diratakan dengan tanah oleh pemerintah yang baru berkuasa di Hijaz saat itu, yaitu Dinasti Saud. Kini Imam Hasan as telah tiada, bahkan secara keji lokasi pemakamannya juga digusur. Namun perjuangan serta pengorbanan yang diberikan kepada Islam akan tetap hidup di sanubari setiap insan yang mengaku pencinta Muhammad saw dan Ahlulbaitnya.


Rujukan:

  1. Abdullah Harri, 16 Tokoh Keluarga Nabi Saw, Pendekar Islam Sejati, Cet. Al-Qalam, h. 39-44.
  2. Al-Arbili, Kayf al-Ghummah, Jld. II, h. 296
  3. Shahih Bukhari, kitab al-Libas, bab al-Sakhab li al-Shibyan, no hadis 5545.


Oleh : Muhammad Abrar

Posting Komentar

0 Komentar