Pentingnya Istiqamah

NGAJIKUY.ID | Secara harfiyyah istiqamah memiliki arti lurus, teguh dan tetap. Istiqamah juga bisa diartikan persinggungan sebuah garis dengan garis yang lain pada semua bagiannya.


Istiqamah secara lebih umum dapat diartikan dengan kesunggguhan hati dalam semua hal yang selaras dengan jalan yang benar ataupun kelanggengannya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, baik dalam belajar, beribadah, bekerja ataupun berusaha.


Istiqomah memiliki kualitas yang lebih tinggi dari sekedar kuantitas. Amalan yang dilakukan secara terus-menerus lebih bernilai daripada amalan yang dikerjakan dalam jumlah yang banyak tapi cuma dikerjakan sekali. Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Amalan yang paling disukai allah adalah amal yang langgeng walau hanya sedikit.”


Allah subhanahu wa ta'ala lebih mencintai hambanya yang selalu mengerjakan kebaikan secara terus, walaupun amal ibadah tersebut hanya sedikit. Satu atau dua ayat yang dibaca setiap hari mempunyai kualitas yang lebih baik dan tinggi daripada satu juz yang dibaca sebulan sekali meskipun itu memiliki kuantitas yang lebih banyak. 


Para ulama berpendapat bahwa istiqomah lebih baik dari keramat. Istiqomah dianggap lebih baik dari keramat karena selalu akan hadir selama masih mungkin dilakukan, berbeda dengan keramat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang saleh dalam waktu tertentu seperti para sahabat nabi, mereka tidak dikenal dengan keramatnya padahal tidak sedikit di antara mereka pernah diberikan keramat oleh Allah. 


Diantaranya adalah khalifah Umar pada satu hari berteriak ketika dia melihat musuh dari jarak perjalanan satu bulan kemudian dia memanggil orang-orang yang sedang menaiki bukit dan mereka pun mendengarnya. Kemudian sang khalifah membuat mereka bersembunyi di bukit tersebut. Ketika musuh datang, Umar dan orang-orang pendaki gunung langsung menyerbu mereka sehingga mereka terus selamat dengan sebab keramat yang diberikan oleh kepada Sayyidina Umar RA.


Dalam proses belajar mengajar istiqomah sangat diperlukan, pelajar yang istiqomah dalam mengikuti pelajaran setiap hari akan mendapatkan hasil yang lebih banyak daripada pelajar yang sering bolos.


Albert enstein. seorang fisikawan yang dianggap sebagai ilmuwan terbesar pada abad ke-20 dengan tegas menyatakan bahwa pengetahuan yang didapat nya bukan karena kecerdasan nya melainkan karena ketekunannya dalam belajar.


Ungkapan “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit” mungkin adalah pepatah yang sangat tepat bagi penuntut ilmu, meskipun sedikit tapi jika dilakukan secara terus-menerus maka berlama-lama akan membukit dan menjelang tinggi. Pengetahuan yang ditambah setiap hari secara perlahan-lahan namun pasti akan semakin luas dan dalam laksana air di lautan


Bagi pelajar sebaiknya untuk tetap istiqamah dalam masa belajarnya kepada 4 perkara, guru, kitab, bidang ilmu dan tempat belajar.


1.Tetap kepada Guru


“Tetap kepada guru dan rendah diri lah kepada orang-orang yang kamu ambil ilmu darinya.”  Adalah sebuah ungkapan tentang seberapa besarnya kedudukan seorang guru.


islam mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati alhi ilmu, terlebih lagi jika hal ilmu tersebut adalah guru mereka sendiri sebab para hari ilmu adalah pewaris para nabi shallallahu alaihi wasallam dan guru adalah yang mewariskan ilmu kepada murid-muridnya secara langsung.


Salah satu bentuk penghormatan kepada guru adalah tidak berpindah kepada guru yang lain kecuali mendapat restu darinya, sebab itu dapat menyakiti hatinya sehingga membuatnya tidak meridhoi ilmu yang telah diberikan.


”Sesungguhnya guru dan dokter tidak akan tulus jika mereka tidak dimuliakan.”


2.Tetap kepada Kitab


Sepantasnya bagi penuntut ilmu tidak meninggalkan satu bab kitab sebelum dia menamatkannya sehingga dia tidak meninggalkan kitab padahal dia belum selesai mempelajari isi yang terkandung dalam kitab tersebut. Bahkan bisa saja adanya melewatkan satu satu pembahasan yang tidak dibahas di dalam kitab lain.


3.Tetap dalam Satu Bidang Ilmu


Tetap dalam satu bidang ilmu yaitu tidak berpindah pada ilmu yang lain sebelum benar-benar menguasai nya. jika seorang  pelajar berpindah ke disiplin ilmu yang lain sebelum sempurna menguasai nya maka tidak ada satupun bidang ilmu yang dapat dikuasai nya dengan sempurna.


Imam al-Ghazali  mengatakan yang bahwa kebiasaan waktu yang kita miliki mengharuskan kita untuk bisa memilih ilmu yang harus dipelajari. Dan setelah mendalami nya baru berpindah pada ilmu yang di bawahnya dan di bawahnya lagi. Belajar secara berurutan adalah aturan wajib yang harus ditempuh oleh seorang pelajar.


4.Tetap pada Satu Tempat Belajar

Sebelum menempuh masa belajar, penuntut ilmu harus memiliki tempat di mana nantinya dia akan mendalami lautan ilmu. 


Tempat yang dianggap aman dari bahaya dan nyaman untuk ditempati sehingga tidak berpindah ke tempat yang lain. Kecuali ada faktor yang mengharuskannya berpindah seperti di daerah tersebut terjadi perperangan yang tidak bisa dihindari maka dirinya harus pindah karena perang dapat membahayakan nyawa.



Oleh: Muhammad Afdhal


Posting Komentar

0 Komentar