Pesan Cinta Ramadhan, Meninggalkan atau Ditinggalkan

NGAJIKUY.ID | Seorang bijak besari melantunkan syair:

ليس السعيدُ الذي دنياه تسعده 
‏إن السعيدَ الذي ينجو من النار ِ

Bukan orang bahagia mereka yang hanya senang di dunia.
Kebahagiaan sejati adalah mereka yang merdeka dari api neraka.

Sesungguhnya bulan Ramadhan sedang bersiap meninggalkan kita, hanya sedikit masa yang ia sisakan. Maka barang siapa diantara kamu yang banyak berbuat amal, sempurnakanlah. Dan siapa saja yang masih lalai dan tidak beramal, maka tutuplah Ramadhan ini dengan amal baik. 

Rebut sebanyak mungkin pahala yang tersisa di ujung waktu yang singkat ini. Perbanyaklah bekal menuju akhirat. Berjanjilah pada ramadhan bahwa kamu akan melepasnya dengan penuh penghormatan.

Hari-hari telah berlalu, dan apa yang engkau taati. Dosa telah ditulis, dan apa yang engkau perhatikan. Apakah ini teguran untukmu atau apa yang membuatmu rela mengabaikan

ما ضاعَ من أيَّامنا هل يُغرمُ ** هيهاتَ والأزمانُ كيف تُقوَّمُ

‏يومٌ بأرباحٍ يباعُ ويُشترى ** وأخوهُ ليسَ يُسامُ فيه درهمُ

"Hari-hari yang engkau telantarkan apakah akan dihukum
Masa yang jauh sungguh tidak ternilai harganya
Hari-hari dengan keuntungan yang diperjual beli
Namun satu dirhampun tidak dibayar oleh saudara sendiri."

Hati orang bertakwa saat ini sedang gundah, mengerang atas sakitnya waktu berpisah, bagaimana mungkin seorang mukmin atas perpisahan ini tidak meneteskan air mata. 

Sedangkan tidak ada yang tau. Apakah ini perpisahan sementara ataukah selamanya? Yang beramal di siang hari hatinya terbakar. Yang bertahajjud tiap malam perasaannya gusar. Lalu bagaimana nasib orang yang menyia-nyiakannya?

Jika perpisahan tiba. Tidak lagi berguna tangisan pendusta. Tidak lagi bermutu mereka yang pura-pura rindu.

Wahai bulan agung Ramadhan! Kasihanilah kami
Sungguh air mata pecinta telah mengalir ke dalam relung hati tersebab  perihnya sayatan perpisahan yang meretakkan perasaan
Sekalipun tidak ada yang bisa mencegah perpisahan ini, setidaknya izinkan kami menanam harap pada Ilahi

عسى وعسى من قبل وقت التفرق
‏إلى كل ما نرجو من الخير تلتقي
‏فيجبر مكسور ويقبل تائب 
‏ويعتق خطاء ويسعد من شقى

"Mungkin dan mungkin sebelum tibanya waktu berpisah
Hingga semua kebaikan yang kami harap bisa segera bertemu kembali
Yang retak akan diperbaiki yang bertobat akan diterima
Semua kesalahan akan dibebaskan dari jahat menjadi bahagia."

Ampunan-Mu di penghujung ramadhan adalah cita-cita terbesar kami umat islam. Dosa hamba sungguh besar, namun hamba tahu rahmat-Mu jauh lebih besar.

Sungguh kami percaya tidak ada yang mampu mencegah-Mu untuk mengampuni ku kapan saja Engkau kehendaki.

Wahai Pendosa!
Bergegaslah bangun, bersegeralah mengambil untung, didetik-detik terakhir jangan habiskan waktu hanya untuk merenung, panjatkan doa semoga menjadi manusia beruntung.

Ingatlah!

صاحِِ لا تأسَ إن ضعُفت عن الطا 
‏عةِ وأستأثرت بها الأقوياءُ

‏إن لله رحمة وأحق النَّـ
‏ـاسِ منه بالرحمةِ الضعفاءُ

Jangan putus asa meski engkau lemah dari berbuat taat
Dan dikalahkan oleh orang kuat
Sungguh Allah memiliki kasih sayang tanpa batas
Dan manusia yang paling berhak atas rahmatnya adalah mereka yang tak berdaya.


Disarikan dari kitab Is'af ahlil iman biwadlaif syahri Ramadhan, h. 105.


Oleh: Jazuli Abubakar

Penulis adalah alumnus IAI Al-Aziziyah Samalanga - Aceh

Penulis buku "Menjerat Akal" 

Posting Komentar

0 Komentar