Kebersihan Jiwa Kunci bahagia


NGAJIKUY.ID | Kita muhasabah sejenak tentang dunia dan akhirat, dunia dengan kenikmatannya, dengan berbagai hiasannya, dan dengan beragam hal ihwal di dalamnya.


Juga akhirat dengan janji Tuhan bagi yang taat dan pendurhaka, dengan nikmat dan azab yang kekal selamanya, dan dengan keabadian yang melekat padanya.


Akan kita temukan bahwa siklus perputaran dunia adalah keadaan semu yang kesenangan dan kesusahannya hanya sementara, keduanya akan selalu berubah seiring perubahan yang terjadi pada manusia.


Akan tetapi kehidupan akhirat adalah kehidupan yang real, tidak ada lagi kepalsuan padanya, orang beruntung akan bernasib baik selamanya dan orang celaka akan menderita selamanya.


Hal ini karena dunia adalah bayangan semu yang keindahan dan keburukannya lama kelamaan mencair dan hilang sedangkan akhirat adalah kehidupan yang pasti akan terjadi meskipun bagi manusia yang tidak mengimaninya.


Manusia yang terlena dengan dunia ia sejatinya melihat keindahan dengan panca indera akan tetapi manusia yang menyibukkan diri dengan keindahan akhirat adalah orang-orang yang yakin dan beriman dengan apa yang telah Allah firmankan.


Semakin lama ia terlena oleh panca indera semakin terhalang hatinya untuk melihat keindahan yang sebenarnya.


Karenanya, jangan pernah risau apabila harta kita sedikit, kehidupan di dunia sempit, dan penderitaan lainnya asalkan hati kita lapang, jiwa kita tenteram dan selalu dalm ridha-Nya.


Dalam kitab Rabi'ul abrar juz 2 halaman 172 disebutkan bahwa syumaith bin Ajlan pernah berkata:


المتّقون أكياس، أكلو صفو رزق الدنيا، وورثو باقي نعيم الأخرة

Manusia bertakwa adalah manusia paling cerdas, mereka hanya mengambil sedikit bagian dari rezeki yang halal didunia dan menginvestasikan diakhirat untuk diambil bagian besarnya.


Ketika manusia keluar dari rumah bergaul dengan sesama, duduk sana sini tanpa memerhatikan kesehatan hatinya, sering lupa kalau ternyata hatinya sudah penuh dengan peyakit hati yang kronis, maka ia hanya mengedepankan keindahan panca indera tapi mengabaikan keindahan yang sebenarnya.


Sebaliknya, ketika manusia mengantar jenazah, mengantar sampai ke liang lahad, dengan terus merenung apa yang akan ia dapatkan seandainya jenazah itu adalah dia, apakah ia termasuk ahli bahagia atau malah ahli celaka, maka keadaan seperti itu adalah keadaan dimana Allah memperlihat kepada kita tentang keindahan yang sebenarnya yaitu keindahan akhirat.


إستفت قلبك

Tanyakan pada hatimu


Apakah keindahan yang kita nikmati sekarang adalah keindahan dunia yang semu atau keindahan akhirat yang abadi.


Tuhan tidak pernah melarang kita untuk bergaul dengan sesama, tidak melarang menikmati indahnya dunia tapi kita harus paham bahwa dalam berinteraksi dengan dunia juga harus menetapkan protokol kebenaran, dengan memakai ilmu dalam beramal, membersihkan pikiran dalam mengambil kebijakan dan jaga lisan dalam pergaulan agar virus-virus hati seperti ujub, riya, takabbur, dan lain sebagainya terhindar dan kita selamat dari siksa neraka.


Sebab virus hati sangat cepat menular antar manusia karena virus tersebut dilengkapi dengan bantuan dari hawa nafsu, iblis, dan para tentaranya.


Alangkah beruntungnya bila manusia mengetahui sedini mungkin bahaya virus ini, karena ia tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri tapi juga orang lain dari siksa neraka.


Pada akhirnya pilihan berada di tangan kita, apakah kita rela menukar kebahagian abadi dengan kebahagiaan sementara?


Referensi:

- Rabi'ul abrar juz 2 

- Shaidul khathir

Oleh Jazuli Abubakar

Posting Komentar

0 Komentar