Tidak Mengapa, Ungkap Saja Rasa Cintamu



NGAJIKUY.ID | Salah satu hal yang sudah dianggap tidak tabu lagi periode ini adalah wanita dengan kebanggaannya mengungkapkan rasa cintanya kepada laki-laki.

Mungkin, kalau kita melihat kepada sejarah penciptaan dan dibaginya rasa malu oleh Tuhan kepada laki-laki dan wanita, hal ini merupakan fenomena yang tidak wajar.

Kalau kita ingat-ingat, Allah menciptakan malu dengan kadar 10, kemudian memberikannya kepada wanita 9 dan sisanya untuk para pria. Maka wajar-wajar saja kalau wanita malu untuk mengerjakan banyak hal atau ada wanita yang asyik bersembunyi di rumah ketimbang nongkrong di tempat ramai.

Dengan latar belakang ini, tentu saja mengungkapkan cinta kepada lawan jenis, yang dimulai dari si wanita, adalah hal yang sangat tidak wajar dan jauh dari tabiat penciptaannya.

Namun, sebenarnya Islam tidak memandang seperti demikian, boleh-boleh saja wanita memulai mengungkapkan rasa cintanya kepada pria sang dambaan hati.

Pertama-tama, kita kembali ke sejarah manusia agung, Nabi Muhammad saw. ketika menikahi Khadijah. Yang mulai pertama mengungkapkan rasa yang telah terbendung dan sesak di hati adalah Siti Khadijah, yang pada saat itu menjadi saudagar seorang Muhammad muda.

Kisah ini terjadi lima belas tahun sebelum Muhammad diangkat menjadi rasul. Siti Khadijah saat itu dijuluki sebagai ath-Thahirah, artinya wanita yang  suci, dikarenakan beliau adalah seorang wanita mulia yang tidak pernah terjebak oleh peradaban jahiliah.

Awal mula pertemuan Muhammad dengan Khadijah karena mereka berdua terlibat dalam bisnis perdagangan. Khadijah memang telah terkenal sebagai seorang saudagar yang kaya raya. Beliau biasanya membiayai suatu kafilah dagang yang menuju ke Syam dari Makkah.

Hingga pada suatu hari, Muhammad Muda menjalin hubungan kerja sama dengan Khadijah dalam berdagang. Dalam menjalankan bisnis ini, Muhammad ditemani oleh seorang budaknya Khadijah yaitu Maisarah.

Nah, dalam perjalanan bisnis bersama Muhammad, Maisarah sangat kagum akan keahlian dan keuntungan yang diperoleh oleh Muhammad dan menceritakannya kepada Khadijah sepulangnya mereka dari perjalanan bisnis ini.

Setelah mendengar cerita dari Maisarah, Khadijah merasa sangat kagum dan terkesima oleh kepribadian Muhammad, bukan hanya sebagai pedagang namun juga sebagai seorang pria di matanya.

Ketika waktunya telah tiba, Khadijah menyampaikan keinginannya untuk menikah dengan Muhammad melalui sahabatnya yang juga kerabat daripada Muhammad yaitu Nafisah binti Umayyah.

Muhammad pun menerima lamaran dari Khadijah, hingga akhirnya rencana untuk menikah telah matang. Kemudian Muhammad memberi tahu kabar gembira ini kepada paman-pamannya termasuk Hamzah bin Abdul Muthallib. Hingga akhirnya mereka pun menikah dan diberikan keberkahan yang amat luas oleh Allah.

Dari kisah yang penuh keberkahan ini kita mengambil kesimpulan bahwa tidak termasuk hal yang memalukan seorang wanita yang memulai untuk mengungkap rasa cintanya kepada pria yang diidamkan, jika itu berlandaskan niat baik.

Untuk penguat keberanian kalian mengungkap cintanya maka penulis akan menukil perkataan ulama yang ada dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah yang artinya:

Boleh seorang wanita untuk mengungkapkan kepada seorang pria rasa sukanya karena kebaikan, kelebihan, ilmu, kemuliaan atau karena perkara-perkara agama lainnya. Dan hal ini tidak menimbulkan kerendahan baginya, bahkan menunjuki kelebihannya. 

Telah diriwayatkan satu hadis dari Bukhari dari Tsabit Al-Banani, ia berkata: “Aku beserta Anas dan di sampingnya ada putrinya, berkatalah Anas R.A: "Telah datang seorang wanita kepada Rasulullah saw. yang menawarkan dirinya."


Wanita itu berkata: "Ya Rasulullah apakah kamu memiliki keperluan denganku?"


Putrinya berkata: "Sangat sedikit malunya (perempuan tersebut)." Anas menjawab: "Dia lebih baik daripada dirimu, mencintai Nabi saw, lantas menyerahkan dirinya untuknya.”

Inilah kiranya beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan kalau mau mengungkapkan rasa cintamu kepada pria yang kamu idamkan. Semangat!


Oleh: Huzaifi Muslim

Posting Komentar

0 Komentar